Sabtu, 25 Oktober 2008 | 20:36 WIB

NANNING,SABTU-Sebuah perusahaan Indonesia memperoleh kontrak dagang untuk mengekspor bahan pangan senilai 630 juta dollar AS ke China pada Pameran Dagang China-ASEAN ke-5 (5th CAEXPO) yang diselenggarakan di Kota Nanning, ibukota wilayah otonomi khusus Guangxi, China.

Wakil Sekjen Sekretariat CAEXPO Li Jinzao mengemukakan hal itu dalam jumpa pers pada penutupan CAEXPO ke-5 di Nanning, Sabtu (25/10). Namun tidak diperoleh detil mengenai nama perusahaan dan mata dagangan ekspor yang disepakati dalam kontrak tersebut.

Menurut Li Jinzao, sampai hari terakhir CAEXPO ke-5, tercatat total transaksi dagang antara China dan ke-10 anggota ASEAN sekitar l,6 miliar dollar AS antara lain terdiri atas transaksi jual beli mesin dan peralatan (630 juta dollar), elektronika dan peralatan listrik (170 juta dollar), material dan bahan interiror bangunan (110 juta dollar) serta produk berbasis pertanian dan bahan makanan (360 juta dollar), selebihnya berbagai produk lainnya.

Hasil Expo lainnya, lanjutnya, CAEXPO-5 yang berlangsung sejak Rabu lalu tersebut telah berhasil menyelenggarakan 31 program promosi bisnis yang membuahkan penandatanganan 136 naskah proyek kerja sama dengan total investasi 6,3 miliar dollar , atau terjadi kenaikan 3,41 persen dibandingkan dengan total investasi yang diraih dalam CAEXPO ke-4.

Di tengah krisis global saat ini, kerja sama China dan ASEAN juga masih mengalami akselerasi pertumbuhan, tercermin dari 58 pelaksanaan proyek China-ASEAN senilai 3,5 miliar dollar , atau terjadi kenaikan 39 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selain itu, selama CAEXPO ke-5 ditandatangani pula 44 proyek "go global" dengan total kontrak senilai 2,7 miliar dollar , atau terjadi kenaikan 75 persen dibandingkan dengan penyelenggaraan CAEXPO sebelumnya.

Tujuh proyek kerja sama dengan total investasi senilai 230 juta dollar antara Lembaga Negara China Perantauan Kantor Perwakilan China (The Overseas Chinese Office of State Council of China) dan China Perantauan (dari Indonesia-red) juga ditandatangani selama CAEXPO ke-5.

CAEXPO ke-5 diikuti 10 negara ASEAN dan tuan rumah China, menampilkan 3.300 stan mewakili sekitar 2.100 perusahaan, sekitar 1.150 stan di antaranya diisi oleh tuan rumah, China, sisanya sekitar 1,150 stan oleh negara ASEAN termasuk Indonesia.

Suasana persaingan diantara sesama negara ASEAN tercermin dari mata dagangan dan potensi investasi yang ditawarkan masing-masing negara peserta, termasuk negara yang baru bangkit seperti Vietnam, Kamboja atau Laos.

RI tampil seadanya


Sebaliknya, Indonesia terkesan tampil seadanya, tidak banyak berubah, baik dari produk yang ditampilkan seperti patung, barang kerajinan dan hasil bumi maupun pesertanya yang sebagian besar bukan pedagang melainkan para staf disperindag berbagai daerah, instansi pemerintah lainnya, bahkan juga sejumlah anggota DPRD dari Bali.

China menampilkan berbagai produk kemajuan teknologinya mulai dari aneka material bangunan, mesin dan peralatan berat, elektronika dan peralatan listrik, mesin pertanian dan juga kemajuan teknologi pertaniannya termasuk rekayasa genetika tanaman.

Bersamaan dengan CAEXPO ke-5 diselenggarakan pula Pertemuan Puncak Bisnis dan Investasi China-ASEAN (CABIS ke-5) yang diisi dengan berbagai seminar dan temu bisnis, khususnya guna meningkatkan kegiatan bisnis dan investasi dan juga akselerasi menuju perwujudan zona perdagangan Bebas China-ASEAN (cafta) pada 2012 nanti.

0 comments

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)